Dua Kades Usai Dilantik, Digiring ke Penjara

Malang– Dua Kades terpilih Kabupaten Malang hasil Pilkades serentak Juni 2019 lalu. Usai dilantik, lansung keduanya digiring ke penjara Lowokwaru
Keduanya ditahan, setelah terbukti menyelewengkan Alokasi Dana Desa (DD) berakibat negara dirugikan ratusan juta rupiah.

Mujiono dilantik menjadi Kades Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Paimin Purwanto Kades Tlogosari di Kecamatan Tirtoyudo.

Keduanya dilantik bersama 269 Kades terpilih oleh Plt Bupati Malang Sanusi di Pendopo Pemkab setempat, Kamis (29/8). Usai pelantikan, Mujiono dan Paimin digelandang ke Lapas Klas I Lowokwaru, Kota Malang, masih menggunakan baju pelantikan kembali menjalani masa penahanan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Suwaji menuturkan, pelantikan dua kades tersangkut kasus dugaan korupsi ADD itu sah.

Peraturan Mendagri Nomor 66 Tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala desa, dijelaskan bagi calon Kades terpilih yang ditetapkan sebagai tersangka, bisa dilantik sebelum adanya status hukum tetap atau inchrat.
“Permendagri itu, kades terpilih masih bisa dilantik, sebelum adanya vonis pengadilan,” terang Suwaji kepada wartawan usai pelantikan.

Dua Kades berstatus tersangka itu, kata Suwaji, diizinkan keluar dari Lapas Lowokwaru hanya untuk mengikuti pelantikan. Setelah itu, keduanya dikembalikan untuk menjalani masa penahanan sementara.

“Mereka keluar hanya ikut pelantikan saja, setelah itu dikembalikan ke Lapas Lowokwaru,” tutur Suwaji.(Den)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *