Organda Kritisi Konsep Pemkot, Tawarkan Solusi

Kota Bogor — Ketua Organda Kota Bogor, Moch Ischak AR kembali melancarkan kritik dan tawarkan solusi. Atas upaya Pemkot buat kajian, pengoperasian Trem hasil hibah dari negeri kincir angin Belanda.

“Penerapan Trem di Kota Bogor, tidak akan efektif. Karena insprastruktur jalan tak mendukung, dampaknya merugikan pengusaha kecil,” kata Moch Ischak AR pada wartawan Senin (26/8) sore.

Konsep penggunaan Trem, selain tak akan menyelesaikan masalah kemacetan, karena sarana jalan sempit, akan merogoh kantong Pemkot lebih besar lagi.

“Mestinya Pemkot Bogor, mencari akar permasalahan yang jitu, dengan melibatkan semua unsur. Apakah membenahi kota atau atasi kemacetan. Tiba tiba buat trobosan tak populis,” jelas Ischak.

Bila menyimak kebelakang, tutur Ischak, pengoperasi Trem, baik Jakarta, Semarang Jawa Tengah maupun di Surabaya. Hasilnya tidak maksimal. Lebih baik Pemkot membangun Sub Terminal di batas kota.

Disamping biaya lebih murah, tandas Ischak hasilnya, yakin jauh lebih baik dan efektif. Sedangkan Trem, biaya lebih mahal, ribet dan memunculkan masalah baru.

“Instruktur jalan sulit dibenahi, karena Bogor dirancang Belanda sebagai kota tempat istirahat yang dikenal dengan sebutan Buitenzorg oleh Belanda”, tandas Ischak. di

Wakil Walikota Dedy A Rachim, sebelumnnya, menawarkan konsef moda transportasi berbasil rel. Pembangunan Trem untuk atasi kemacetan yang dinilai sejumlah pengamat sudah kronis.(Patrick)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *