Jembatan Tak Berizin, Ini Kata Camat Bojonggede

Bojonggede | Kabupaten Bogor — Menindak lanjuti serta menelusuri dengan adanya surat teguran serta permintaan Unit Pelayanan teknis ( Upt ) sumber daya air ( SDA ) kabupaten dan kota dengan banyaknya jembatan yang di bangun serta di gunakan secara umum dan atau secara personal ( perorangan ).

Untuk itu tim melakukan kunjungan ke kecamatan Bojonggede untuk mengkonpirmasi serta klarifikasi atas hal tersebut kepada camat Bojongede Dace .

Di temui di sela-sela kegiatannya Dace kepada tim menyampaikan ,” jika Terkait banyaknya jembatan yang ada di Kecamatan Bojonggede terus terang saya belum pernah menghitung , karna dari desa mulai dari WaringinJaya yang berbatasan dengan cilebut sampai yang berbatasan dengan depok pasar citayam itu pasti ratusan jumlahnya, dan hanya beberapa yang berizin .” Ujarnya.

“Dan saya tidak tau pasti jumlahnya karna izinnya itukan dari BPT propinsi , karna sungai dan kali itukan di bawah pengawasan PSDA , jembatan yang kemaren di bongkar itu , itu salah satunya yang tidak berizin meskipun sebenarnya lahan yang ada di seberangnya adalah lahan milik pemda ,sudah di bebaskan buat jalan”Ungakpnya lagi.

“Tapi jika kita bongkarkan khawatir
ada masalah di kemudian hari , namun tetap ada proses teguran oleh PSDA dan di teruskan tegurannya oleh Sat-pol-pp ternyata tidak ada tanggapan tidak apa -apa dan memang sebenarnya tidak bertuan maka kita lakukan pembongkaran dengan mengerahkan alat berat yang kita datangkan dari workshop yang ada di cibinong ,” Tambah dace lagi.

“Namun walaupun jembatan sudah kita bongkar tetap saja aliran sungai kali baru tidak lancar ,di karnakan endapan serta pendangkalan kali dan itu sudah bisa pakai main bola di atasnya (red- kalibaru ) , Tandas Dace (dengan nada bercanda ).

“Hal tersebutpun sudah kita kordinasikan serta minta bantuan dengan lingkungan hidup sudah minta di angkat dan di bersihkan ,PSDA sudah , namun sebagai yang punya wilayah teguran tetap di tijukan pada kita , dan pada akhirnya setiap hari jum’at kita adakan kerja bakti gotong royong bebersih seperti itu semampu kita dengan keterbatasan dan ketiadaan alat -alat yang memadai ,” Terangnya lagi.

” Dan untuk surat teguran apapun dari PSDA belum ada tembusan pada saya ( camat ) , karna kewengan itu ada di pihak PSDA , pihak kita hanya melaporkan ke mereka bahwa ada jembatan di wilayah kita , dan mereka yang tau bahwa jembatan itu sudah ada izinnya atau belum , malahan kita yang sering melaporkan pada mereka salah satu contohnya yang kita bongkar kemaren , karnkan sifatnya persuasif pada masyarakat , karna di kwatirkan ada salah paham , Namun pada inti banyak jembatan yang tidak memiliki izin ,” Pungkas Dace . (tim/pwri)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *