Janji Manis Ketua Penyelenggara Event Santunan 1000 Anak Yatim dan Dhuafa

Cibinong | Kabupaten Bogor-

Terkesan dipaksakan dan memaksakan kemampuan demi nama baik atau Eksistensi sebuah kelompok atau golongan dengan tujuan tertentu.

dengan adanya permasalahan yang sedang mencuat ke publik terkait event santunan 1000 anak yatim dan dhuafa yang di selenggarakan di Tegar beriman tersebut ternyata menjadi permasalahan yang serius.

Seperti yang di ungkapkan salah satu bendahara yayasan, “Tabayun Mengatakan saat ini saya sedang bingung dan panik karena hingga hari ini panitia belum juga membayarkan santunan yang dijanjikan lewat dari jam 00:00 wib malam itu, akan di transfer ke rekening yayasan, kami
percaya dengan panitia dan kami tanggung jawab kepada anak-anak binaan yang sudah ikut dalam acara tersebut.

Kami tidak tega melihat mereka pulang tanpa membawa santunan Seperti yang dijanjikan panitia acara yang sama sekali tidak ada.
Hingga, ketua rumah singgah kami H. Tati yang saat itu tidak ada santunan buat anak- anak karena kami merasa kasihan sama mereka Jadi kami talangin dulu.

Sampai detik ini juga belum ada kepastian kapan panitia akan membayarkan kepada kami dan lembaga yang lain yang merasa dibohongi.

Tadinya kalo mereka tidak sanggup untuk apa bikin acara dan mengundang lembaga- lembaga untuk Hadirkan binaanya, lembaga harus menggantikan uang trnspot kendaraan buat bawa anak-anak ketegar beriman.

5 lembaga yang lain juga tahu bahwa yayasan kami yang nalangin dulu untuk 50.000 ☓ 100 anak belum kami sewa 6 angkot 50 perangkot pulang pergi ada juga yang ongkos nya lebih, karna jarak tempuhnya agak jauh.
untuk pendamping 10 orang X50.000

Saat ini saya betul betul bingung jika panitia tidak mengganti kasihan ketua kami. H Tati Idawati.
Saya sering ikut iven berkali kali tapi baru kali ini ada iven seperti ini kasihan sanggar Senja yang membawa 194 anak dan sampai saat ini dia sering japri kesaya uang sudah di transfer belum, saya bilang belum ada hingga saat ini karna lembaga kan relawan sosial semua bukan pekerja yang punya gaji, sekarang uangnya di pake nalangin ongkos buat acara abal- abal aqujar nya dengan nada kecewa. (sto/red)