Pelaku Pembunuhan  Sadis Bapak Dan Anak, Ternyata Tetangga Korban

Pesawaran | Tugasbangsanews.com-Kasus pembunuhan sadis yang menggegerkan warga Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, kabupaten Pesawaran 30 Mei 2019 lalu akhirnya terungkap.

Kepolisian Polres Pesawaran langsung mengelar konferensi pres, atas tertangkapnya pelaku pembunuhan yang menewaskan anak bapak yakni Bustori (53 th ) dan Tegar (5 th ), warga Desa Cimanuk, Kecamatan Way Lima, kabupaten Pesawaran, yang digelar di Aula Mapolres Pesawaran, Sabtu (1/6/19).

Dalam konpresnya Kapolres Pesawaran, AKBP Popon Ardianto Sunggoro menjelaskan kronologus terungkapnya kasus tersebut.
 setelah kepolisian meminta keterangan sejumlah saksi-saksi,
“Berawal dari keterangan saksi-saksi yang kami meminta keterangannya yakni empat orang saksi yang biasa Nongkrong di Counter tersangka, mereka mengungkapkan bahwa sejak kejadian pembunuhan melihat perubahan  sikap atas diri tersangka yang tidak seperti biasanya,” ungkap Popon.
Baca juga:
Dari keterangan saksi itulah awal mula terungkapnya pelaku pembunuhan.
Dan pada Jum’at dini hari sekitar pukul 05.00 WIB, Polisi berhasil meringkus pelaku yang tak lain merupakan tetangga korban. Setelah ditangkap pelaku Andi (34 th ) kemudian diminta untuk menunjukan barang bukti perbuatannya,  namun saat hendak menunjukkan tempat penyimpanan barang bukti yang disembunyikan tersangka/pelaku mencoba kabur melarikan diri sehingga polisi mengambil tindakan tegas melumpuhkan tersangka dengan menembak kaki pelaku.
Tersangka yan mendapat luka tembak di kedua kakiya tersebut, sempat di bawa ke RSUD Pesawaran untuk dilakukan perawatan, namun karena luka tembaknya terus mengeluarkan darah membuat kondisi tersangka kehabisan darah dan akhirnya meninggal dunia .
“Tersangka sempat kami bawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan transfusi darah, namun sayang nyawa tersangka tidak tertolong,” beber Popon.
Sementara berdasarkan hasil pemerksaan menurut pengakuan tersangka motif pembunuhannya diduga karena tersangka kesal tidak diberikan pinjaman uang sebesar 18 juta oleh korban,” terang Kapolres.
(dr/muzan )